
Mau melamar beasiswa kuliah atau daftar kerja di perusahaan multinasional, tapi bingung harus ambil sertifikasi bahasa Inggris yang mana? dua nama yang paling sering muncul pasti TOEFL dan TOEIC.
Meski sama-sama dikeluarkan oleh lembaga resmi ETS (Educational Testing Service) asal Amerika Serikat, kedua tes ini punya fungsi yang jauh berbeda. Salah pilih tes bisa bikin uang dan waktu kamu terbuang sia-sia!
Yuk, bedah tuntas perbedaan TOEFL dan TOEIC supaya kamu gak salah arah.
1. Tujuan Utama: Akademik vs Dunia Kerja
Perbedaan paling mendasar dari kedua tes ini ada pada tujuan penggunaannya.
TOEFL dirancang untuk kebutuhan akademik. Tes ini mengukur kesiapan kamu untuk belajar di lingkungan universitas berbahasa Inggris. Jadi, kalau target kamu adalah kuliah di luar negeri, daftar beasiswa (seperti LPDP), atau syarat kelulusan sidang skripsi/tesis, TOEFL adalah jalur yang tepat.
TOEIC dirancang untuk kebutuhan profesional dan bisnis. Tes ini mengukur seberapa baik kamu berkomunikasi dalam lingkungan kerja internasional. TOEIC biasanya menjadi syarat melamar kerja di perusahaan multinasional, BUMN, pengajuan visa kerja, atau promosi jabatan.
2. Konten Ujian: Teori Sains vs Dunia Kantor
Karena tujuannya berbeda, materi atau topik yang diujikan otomatis beda drastis.
Konteks TOEFL: Isinya sangat ilmiah. Kamu akan mendengarkan dosen berceramah di kelas, membaca teks tentang sejarah, biologi, astronomi, hingga geologi. Kosakata yang keluar adalah academic vocabulary.
Konteks TOEIC: Isinya sangat praktis seputar dunia kerja sehari-hari. Soal-soalnya berkisar tentang korespondensi email bisnis, memo kantor, jadwal penerbangan dinas, situasi rapat (meeting), perbankan, hingga pelayanan pelanggan (customer service).
3. Format Tes dan Struktur Skor
Format ujian kedua tes ini juga punya perbedaan struktur yang cukup mencolok, terutama untuk jenis tes yang paling umum digunakan saat ini (TOEFL iBT dan TOEIC Listening & Reading):
Atribut Perbedaan TOEFL (iBT) TOEIC (Listening & Reading)
Keterampilan diuji 4 Skills lengkap: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. 2 Skills: Listening dan Reading saja. (Tes Speaking & Writing opsional/terpisah).
Bentuk Soal Pilihan ganda, menulis esai panjang, dan berbicara lewat mikrofon. 100% Pilihan Ganda (Total 200 soal).
Durasi Tes Kurang lebih 2 jam. Kurang lebih 2 jam.
Rentang Skor 0 sampai 120. 10 sampai 990.
Note untuk TOEFL: Di Indonesia, masih banyak instansi lokal atau CPNS yang menerima TOEFL ITP (versi cetak/kertas) yang hanya menguji Listening, Structure, dan Reading dengan skor 310–677. Namun untuk go-international, TOEFL iBT adalah standar utamanya.
Kesimpulan: Harus Pilih yang Mana?
Menentukan pilihan sebenarnya sangat mudah, tinggal jawab satu pertanyaan ini: “Apa tujuan jangka pendek kamu dalam 1–2 tahun ke depan?”
Pilihlah TOEFL jika kamu ingin fokus kuliah, berburu beasiswa, atau berkarier di ranah akademisi (seperti dosen atau peneliti).
Pilihlah TOEIC jika kamu ingin fokus melamar pekerjaan di korporat, menaikkan posisi karier, atau bekerja di perusahaan global.
Sekarang, sudah tahu kan mana tes yang paling sesuai dengan kebutuhanmu?